Perkembangan Janin dan Perubahan kadar hormon sering membuat ibu hamil mengeluhkan berbagai gejala yang mengganggu. Mengenali gejala dan cara mengatasi keluhan ibu hamil, bisa membantu anda agar dapat tetap berakvititas dengan lancar selama kehamilan.

Pada trimester pertama kehamilan, biasanya ibu hamil sering mengeluhkan gejala-gejala morning sickness seperti mual, muntah, pusing, atau tubuh terasa lemas. Hal ini memang wajar terjadi, namun memang terkadang terasa mengganggu karena bisa muncul hampir setiap hari.

7 Keluhan Ibu Hamil

Hal yang Sering Dikeluhkan Ibu Hamil

Selain gejala-gejala morning sickness di atas, ada beberapa keluhan lain yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari para ibu hamil. Di bawah ini BantuanSehat akan memberitahukan tujuh keluhan ibu hamil dan cara mengatasinya:

  • Mudah lelah

    Salah satu keluhan yang sering dirasakan oleh ibu hamil yaitu mudah lelah. Ada berbagai perubahan dalam tubuh ibu hamil yang dapat menjadi penyebab mudah lelah, termasuk pembentukan plasenta, serta perubahan kadar hormon dan metabolisme secara alami.

    Ibu hamil biasanya akan merasa selalu mengantuk sepanjang hari, tapi justru sulit tidur di malam hari. Jika kelelahan berdampak pada produktivitas, usahakan untuk tidur malam lebih awal, atau tidur pada waktu istirahat siang untuk membantu mengurangi rasa kantuk saat bekerja.

    Selain itu, cobalah untuk mencukupi nutrisi untuk ibu hamil guna menjaga kesediaan energi dalam tubuh. Konsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur segar tiap hari. Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang sekiranya tidak sanggup dikerjakan sendiri, seperti mencuci dan menyetrika pakaian. Olahraga ringan juga dapat dilakukan secara teratur, dan atur kegiatan anda secara efektif agar tubuh tidak mudah lelah saat hamil.

  • Keputihan

    Meningkatnya kadar hormon Estrogen dan aliran darah ke vagina membuat wanita hamil lebih sering mengalami keputihan. Cairan keputihan biasanya berasal dari vagina dan leher rahim yang mengandung sel-sel dari dinding vagina dan bakteri flora normal.

    Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat keputihan saat hamil, disarankan menjaga kebersihan vagina dengan membasuhnya dari depan ke belakang setelah buang air kecil. Kemudian kenakan celana dalam yang nyaman, tidak sempit, dan yang menyerap keringat, serta hindari penggunaan celana yang ketat, sabun, pembersih vagina beraroma, serta tisu dan pantyliner beraroma.

  • Nyeri ulu hati

    Nyeri ulu hati saat hamil memang umum terjadi, terutama di bulan ke-4 hingga menjelang persalinan. Untuk mengurangi nyeri ulu hati, usahakan untuk makan dengan perlahan dalam beberapa porsi yang kecil, kurangi minum di sela makan, lalu hindari makanan pedas dan gorengan, dan hindari langsung berbaring setelah makan.

    Selain itu, gunakan bantal agar kepala berada lebih tinggi dari kaki saat berbaring, serta gunakan pakaian yang longgar untuk menghindari tekanan pada perut bagian atas, serta jaga agar tubuh tidak mengalami sembelit atau susah buang air besar. Jika memang nyeri terasa tidak tertahankan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi obat pereda asam lambung.

  • Sakit Kepala

    Perubahan bentuk tubuh dan hormon dapat menyebabkan ibu hamil mengalami sakit kepala. Meski merupakan hal yang umum terjadi, banyak ibu hamil yang kebingungan karena khawatir obat sakit kepala berisiko membahayakan janin.

    Untuk mengatasinya, berbaringlah dan tempatkan kompres dingin pada kepala anda, serta rutin berolahraga, misalnya berjalan kaki atau melakukan aerobik ringan. Di samping itu, hindari pemicu sakit kepala yang Anda kenali, biasanya akibat minum kopi atau makan makanan manis.

    Makan dan istirahat teratur, serta mengonsumsi cukup air mineral, dapat mengurangi risiko munculnya sakit kepala. Untuk menghindari sakit kepala akibat tekanan psikologis, kelola stres dan lakukan teknik relaksasi secara teratur, seperti yoga, pijat, atau visualisasi.

  • Kenaikan berat badan berlebihan

    Umumnya wanita dengan berat badan ideal akan mengalami total kenaikan berat badan sekitar 11-16 kilogram saat hamil. Penambahan berat badan saat hamil sebenarnya menandakan bahwa jaringan tubuh bayi, cairan ketuban, dan kebutuhan pendukung lain sedang berkembang.

    Salah satu cara untuk meningkatkan berat badan secara sehat saat hamil adalah dengan menambahkan mentega, keju, krim, atau susu tanpa lemak ke dalam menu harian.

    Ibu hamil juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar gula dan garam, menghindari konsumsi makanan cepat saji, serta membatasi konsumsi makanan ringan berkalori tinggi, seperti: donat, keripik kentang, dan kue kering. Disarankan menggantinya dengan menu makanan sehat, seperti: buah dan sayur segar, mengolah makanan dengan cara lebih sehat, seperti mengukus dan merebus, serta berolahraga teratur.

  • Kaki bengkak

    Kaki bengkak saat hamil umumnya disebabkan oleh penumpukan cairan yang disebut Edema. Edema lebih sering dialami ibu yang mengandung anak kembar dan yang mengalami kelebihan cairan ketuban. Untuk mengatasinya, hindari menyilangkan kaki saat duduk, sesekali berdiri, berjalan, dan regangkan kaki secara teratur setelah duduk dalam waktu yang lama.

    Selain itu, Anda bisa menempatkan kaki pada posisi lebih tinggi, misalnya dengan menumpangkan kaki pada bangku kecil saat Anda duduk di meja kerja, mengenakan sepatu yang nyaman, hindari mengenakan kaos kaki yang ketat terutama pada bagian pergelangan kaki, konsumsi banyak air mineral untuk mengurangi risiko tubuh menyimpan cairan, lalu konsumsi makanan sehat dan hindari makanan cepat saji.

  • Mual dan Muntah

    Perubahan kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dan estrogen, sensitivitas terhadap bau-bauan, lambung yang lebih sensitif, serta stres, dapat menjadi penyebab umum terjadinya mual dan muntah. Untuk membantu meringankan gejala ini, hindari berbaring setelah makan, konsumsilah makanan dalam porsi kecil tapi sering, dan makanlah dengan perlahan-lahan.

    Usahakan untuk memilih makanan dengan kadar protein tinggi untuk meredakan gejala mual, bangun dari posisi rebah atau duduk secara perlahan-lahan, dan tidak langsung berdiri setelah bangun tidur pada pagi hari. Kemudian hindari makanan berlemak, makanan pedas, gorengan, serta makanan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Jangan lupa, sikat gigi dan berkumur setelah makan.

    Selain itu, hindari makanan yang memilliki aroma kuat dan memicu mual, minumlah banyak air mineral tapi hindari minum secara sekaligus. Disarankan mengonsumsi minuman elektrolit yang mengandung banyak glukosa, garam, dan kalium untuk membantu mengembalikan elektrolit tubuh yang terbuang. Minum menggunakan sedotan jyuga mungkin dapat membantu mengurangi mual.

Keluhan ibu hamil sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika gejala terjadi secara terus menerus dalam waktu yang lama. Segera konsultasi ke dokter terdekat, jika keluhan anda tidak segera membaik atau malah bertambah parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *