Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk membedakan dunia nyata dan khayalan. Saat serangan muncul, kebanyakan orang dengan kondisi ini akan melihat dan mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. 

Perubahan perilaku orang skizofernia saat serangan terjadi membuat segelintir orang disekitarnya mengira bahwa mereka memiliki dua kepribadian atau berkepribadian ganda.

 

Benarkah orang dengan skizofrenia punya dua kepribadian?

Kenyataan dan Khayalan adalah dua hal yang tidak bisa dibedakan oleh para penderita skizofernia, Selain itu, orang dengan kondisi

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga sulit untuk berpikir jernih, memiliki daya ingat yang lemah, dan sulit memahami sesuatu.

Dikutip dari Psychology Today, sebuah survei tahun 2008 yang dilakukan oleh National Alliance on Mental Illness (NAMI), menunjukkan sebanyak 64 persen orang yang mengalami gejala skizofrenia merasa bahwa mereka memiliki dua kepribadian atau lebih. Namun, faktanya pemahaman ini sepenuhnya tidak benar.

Skizofrenia sebenarnya tidak memengaruhi kepribadian seseorang karena penyakit ini mengarah pada masalah dengan reseptor sensoris (indra) pada otak.

Semua yang Anda lihat, sentuh, dengar, dan rasakan diproses di otak oleh sel-sel khusus yang disebut reseptor sensoris.

Reseptor ini menerima informasi dari indra seperti penglihatan, pendengaran, dan perabaan. Kemudian, informasi tersebut diantarkan ke otak anda dalam bentuk sinyal.

Sayangnya, orang dengan skizofrenia mengalami kesalahan penerimaan sinyal di otak. Akibatnya, halusinasi akan terjadi dan memicu sesorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu.

Perubahan perilaku yang terjadi tersebut bukan menandakan bahwa pasien memiliki kepribadian ganda, melainkan respons tubuh terhadap munculnya halusinasi.

Skizofrenia Bukan Berkepribadian Ganda

Kepribadian ganda mengarah pada kondisi lain, bukan skizofrenia

Penyakit skizofrenia melibatkan berbagai masalah dengan kemampuan berpikir, perilaku, dan emosi. Gejala skizofrenia bisa ringan dan juga berat, tergantung keparahan kondisi dan pengobatan yang diterima oleh pasien. Beberapa gejala skizofrenia yang mungkin terjadi, seperti:

  • Delusi (memiliki keyakinan yang tidak didasarkan pada kenyataan)
  • Tidak mampu berpikir dengan baik dan jernih
  • Halusinasi (melihat dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada)
  • Terganggu dalam mengekspresikan diri dan menunjukkan emosi
  • Kemampuan motoriknya terganggu, seperti postur tubuh yang aneh atau melakukan gerakan yang berlebihan

Kepribadian ganda sebenarnya lebih mengarah pada gangguan disosiatif (dissociative identity disorder), dan di antara semua gejala skizofrenai, tidak ada tanda bahwa pasien akan mengalami perubahan kepribadian.

Gangguan disosiatif ditandai dengan dua atau lebih kepribadian yang secara bergantian akan mendominasi perilaku seseorang. Biasanya paling rentan terjadi pada orang yang memiliki trauma masa lalu yang cukup parah. Meski kepribadian ganda bukan salah satu gejala dari penyakit skizofrenia, kondisi otak yang bermasalah bisa bertambah parah.

Tanpa pengobatan, skizofrenia bisa menyebabkan penyakit mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan obsesif kompulsif (OCD), bahkan gangguan disosiatif.

Walaupun masih banyak orang yang melabeli pasien skizofrenia sebagai “orang gila”, diharapakan hal ini jangan sampai menghambat proses pengobatan pasien.

Semua gejala skizofrenia dapat tangani dengan meminum obat dan mengikuti terapi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan orang di sekitar pasien juga sangat diperlukan untuk mendukung kesembuhan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *