Tidak hanya rambut dan wajah, tapi kuku juga membutuhkan perawatan. Sebagian wanita rela menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk mempercantik kuku-kukunya. Memang, memiliki kuku yang cantik dan sehat dapat membuat menyenangkan hati dan menambah percaya diri.

Hanya saja, terlalu sering melakukan perawatan kuku dapat membuat anda berisiko terkena jamur kuku. Anda harus berhati-hati jika anda sering ke salon untuk melakukan perawatan kuku. Karena, Kuku jamur dapat ditularkan melalui alat perawatan kuku yang tidak bersih, seperti gunting dan bak rendam kaki. Normalnya, kuku yang sehat terlihat lembut dan memiliki warna yang konsisten.

 

Penyebab dan Gejala Timbulnya Jamur Kuku

Kondisi kesehatan anda dapat diliat dari kuku tangan dan kaki anda. Kelainan yang muncul pada kuku dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Kelainan tersebut bisa berupa infeksi atau cedera pada kuku. Infeksi yang sering terjadi pada kuku adalah infeksi jamur. Secara medis, jamur kuku dikenal sebagai Onikomikosis (onychomycosis) atau Tinea Unguium.

Beberapa tanda bahwa anda terkena infeksi jamur kuku di antaranya adalah kuku menjadi rapuh, kuku berubah warna menjadi keputihan atau kekuningan, kuku menjadi merah atau hitam karena adanya pembekuan darah (hematoma) di bawah kuku, kuku berwarna cokelat karena terkena psoriasis, bengkak dan kemerahan pada kulit di sekitar kuku yang disebut dengan paronikia dan trauma berulang dan kronis pada kuku.

Infeksi jamur kuku dimulai dari ujung kuku, kemudian menyebar ke bagian tengah. Setelah itu kuku akan berubah warna dan mudah terkelupas. Infeksi pada kuku menyebabkan kuku menjadi rapuh, dan menimbulkan rasa sakit serta pembengkakan pada kulit di sekitar kuku.

Jamur secara normal terdapat pada tubuh Anda, dan dapat tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap. Infeksi jamur kuku terjadi akibat adanya pertumbuhan jamur berlebih di kuku anda. Jamur yang menginfeksi kuku bisa berasal dari jamur yang memang sudah ada di dalam atau di permukaan tubuh anda. Selain itu, jamur juga bisa ditularkan dari orang lain yang terinfeksi jamur.

Beberapa orang memiliki risiko terkena infeksi jamur kuku, seperti:

  • Penderita diabetes
  • Orang dengan kelainan pada sirkulasi darah
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Menggunakan kuku buatan
  • Berenang di kolam renang umum
  • Mengalami cedera kuku 
  • Mengalami cedera kulit di sekitar kuku
  • Membiarkan jari tangan atau kaki dalam keadaan lembap untuk waktu yang lama
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Serta memakai sepatu yang tertutup sepenuhnya seperti sepatu tenis atau sepatu bot.

Perawatan Kuku Berisiko Infeksi

Jamur Kuku dan Jamur Kulit Berbeda

Adalah sebuah kesalahan jika anda menganggap jamur kuku dan jamur kulit sama, karena keduanya sangatlah berbeda. Perbedaan ini tentu saja terletak pada lokasi di mana jamur itu berada, penyebab dan gejala yang ditimbulkan, begitu pula dalam pengobatannya.

Infeksi jamur kuku biasanya disebabkan oleh jamur Dermatofit, sedangkan jamur kulit disebabkan oleh jamur Candida.

Untuk jamur kulit, beberapa gejala yang timbul, yaitu adanya: ruam, retakan di kulit, rasa sakit, timbulnya lesi merah dan putih. Sedangkan untuk jamur kuku, gejalanya, seperti: kuku tampak tebal, rapuh, kusam dan tidak bersinar, serta adanya warna gelap di bawah kuku Anda.

Selain itu, jamur kulit cenderung lebih umum terjadi pada bayi dan orang yang memiliki kelebihan berat badan, sedangkan jamur kuku lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Jamur kulit juga cenderung menyebabkan rasa gatal, sedangkan infeksi jamur kuku biasanya tidak menyebabkan rasa gatal.

Pengobatan jamur kulit dapat menggunakan obat yang dijual bebas, misalnya dengan menggunakan obat Ketokonazole atau Clotrimazole, serta obat antijamur seperti Azoles dan Mikonazole. Sebagian besar obat tersebut akan digunakan satu atau dua kali sehari untuk penyembuhan.

Sedangkan untuk infeksi jamur kuku, Anda bisa menggunakan obat-obatan antijamur  dalam bentuk vernis kuku atau larutan oles untuk kuku yang mengandung lactic acid, propylene glycol dan urea. Pengobatan jamur kuku juga sangat bergantung pada jenis jamur yang menyebabkan infeksi, serta tingkat keparahan infeksi yang terjadi, jadi sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Apabila infeksi yang terjadi sudah sangat parah, dokter biasanya akan memberikan resep obat antijamur oral yang diminum, seperti: Terbinafine, Itraconazole, Flconazole, Griseofulvin.

Kondisi kuku dapat mencerminkan kebersihan dan kesehatan Anda. Oleh karena itu, rawatlah kuku dengan baik agar terlihat bersih, sehat dan cantik. Beberapa cara dibawah ini dapat membuat kuku anda tampak sehat dan cantik:

  • Jangan memotong Kultikula (lapisan tipis mati di pinggiran kuku), karena kultikula merupakan penghalang alami jamur dan bakteri. Dengan memotongnya, membuat perlindungan terhadap kuku anda hilang.
  • Sebaiknya tidak menggunakan pengeras kuku, atau jika terpaksa, gunakan secukupnya.
  • Melembapkan kuku dan kultikulanya, terutama setelah membersihkan cat kuku. Karena kebanyakan pembersih cat kuku mengandung bahan kimia yang dapat mengeringkan kuku.
  • Konsumsi suplemen biotin, yang merupakan bagian dari vitamin B. hal ini dapat meningkatkan ketebalan kuku dan mencegah kerusakan kuku.
  • Batasi perawatan kuku profesional. Dikarenakan paparan bahan kimia dapat membuat kuku menjadi kering dan rapuh. Jika Anda harus dan terbiasa pergi ke salon kuku, pastikan terlebih dahulu beberapa hal seperti: pengalaman atau lisensi petugas perawat dan perias kuku, kebersihan tangan petugas perawat kuku, dan juga kebersihan alat-alat yang digunakan.
  • Hindari pembersih cat kuku yang berbahan dasar aseton, karena dapat membuat kuku menjadi rapuh.
  • Jangan terlalu sering mencuci tangan dan batasi penggunaan bahan pembersih yang mengandung bahan kimia.
  • Jangan menggigiti kuku.
  • Rutinlah memotong kuku tangan dan kaki dengan gunting kuku atau gunting manikur. Jangan lupa untuk menghaluskan ujung kuku dengan amplas kuku. Waktu terbaik untuk melakukan hal ini adalah setelah mandi, saat kuku lebih lunak.

Berhati-hatilah dalam merawat kuku guna mencegah infeksi jamur kuku atau kerusakan lain yang mungkin muncul. Jika timbul kondisi atau gejala yang tidak normal pada kuku anda, segera konsultasikan pada dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3 thoughts on “Rutin Melakukan Perawatan Kuku? Hati-Hati Terkena Infeksi Jamur”

  1. Bener banget. Apalagi jika Alat yang digunakan tidak steril dan pelayanan yg tidak profesional.

    Jadi harus berhati-hati dalam merawat kuku, meskipun terdengar sepele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *