Pernahkah anda merasakan perasaan tidak nyaman atau ngilu ketika mendengar suara melengking? Contohnya, seperti ketika anda mendegar suara gesekan kuku yang digaruk ke tembok atau papan tulis, atau saat mendengar suara gesekan kursi yang diseret?

Sensasi ngilu ini memang akan secara spontan muncul. Namun, apakah anda tahu bagaimana sebenarnya suara melengking tersebut dapat membuat kita merasa ngilu dan tak nyaman? Yuk, simak pembahasan Bantuan Sehat kali ini.

Kenapa Suara Menggaruk Kuku Bikin Ngilu?

Mendengar suara melengking tajam ternyata dapat membuat tubuh Anda stres. Ya, meskipun bukan anda sendiri yang menggaruk kuku di atas permukaan kasar, namun mendengar lengkingannya saja dapat mrmbuat anda ngilu dan merinding.

Sebuah penelitian di Jerman menunjukkan bahwa telinga manusia sangatlah peka terhadap suara melengking yang berada pada rentang frekuensi 2.000 hingga 5.000 Hertz (Hz). Sementara suara manusia ketika berbicara saja hanya berkisar antara 85 hingga 255 Hz.

Saluran telinga manusia tidak akan sanggup menahan suara dengan frekuensi yang terlalu tinggi. Bila suara dengan frekuensi yang sangat tinggi masuk ke saluran telinga anda, tubuh akan langsung mengalami reaksi stres, dan hal tersebut akan memunculkan reaksi seperti jantung berdegup, tekanan darah naik, dan hantaran listrik di kulit meningkat.

Meningkatnya hantaran listrik inilah yang membuat Anda bergidik dan ngilu.

Ngilu

Suara Melengking Akan Membuat Anda Kesal

Penelitian lain yang dimuat dalam Journal of Neuroscience pada 2012 membuktikan hal yang serupa. Telinga manusia memang tak tahan mendengar suara dalam frekuensi 2.000 sampai 5.000 Hz.

Akan tetapi, dalam penelitian tersebut juga diungkapkan bahwa reaksi anda terhadap suara melengking tajam tidak hanya reaksi fisik saja, tetapi juga emosional.

Dalam penelitian ini, para ahli memindai otak para peserta penelitian. Ternyata saat mendengar suara yang melengking, ada dua bagian otak yang menjadi lebih aktif.

Bagian yang pertama adalah korteks auditori. Bagian otak ini memang bertanggung jawab untuk menerima dan merespon suara yang didengar. Sedangkan bagian yang kedua yaitu amigdala. Bagian otak bernama amigdala ini bertanggung jawab untuk mengolah emosi.

Ini berarti suara melengking saat menggaruk kuku atau menyeret sesuatu di atas permukaan dapat memicu emosi negatif. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti bagaimana suara tersebut bisa membuat seseorang merasa kesal atau jengkel.

Para ahli dari Newcastle University menyimpulkan bahwa suara melengking dalam kehidupan sehari-hari biasanya berhubungan dengan hal-hal yang membuat anda panik, takut, atau kesal.

Misalnya suara jeritan seseorang atau tangisan bayi. Otak pun merekam pola ini dan menyamaratakan setiap suara melengking sebagai suara yang negatif dan akan memicu emosi-emosi negatif pula. Maka dari itu, suara menggaruk kuku di papan tulis dapat membuat anda mendadak kesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *