Banyak ketakutan atau phobia yang dialami oleh masyarakat indonesia, yang sering kita dengar misalnya ketakutan berada di tempat sempit (Claustrophobia) atau takut akan ketinggian (Acrophobia), dan ada satu ketakutan lagi yang saat ini marak di alami banyak orang, yaitu Trypophobia atau fobia terhadap lubang-lubang.

Beberapa saat yang lalu, foto-foto kulit dengan banyak lubang-lubang marak di dunia maya. Foto-foto tersebut berhasil membuat sebagian orang yang melihatnya menjadi merinding.

Namun, tidak hanya foto kulit berlubang saja yang dapat memicu reaksi tersebut, sarang lebah, batu karang, kelopak biji teratai, spons, keju yang banyak lubangnya, atau bahkan delima juga bisa membuat orang menjadi ketakukan.

Nah, jika Anda merasa gemetaran, berkeringat, mual, pusing, sesak napas, mulut menjadi kering, denyut jantung menjadi cepat, kegerahan atau kedinginan, mati rasa atau kesemutan, kebingungan, gelisah, atau ingin cepat-cepat ke toilet ketika melihat foto tersebut, bisa jadi Anda menderita Trypophobia

Trypophobia atau Fobia Lubang

Trypophobia merupakan ketakutan terhadap sekumpulan lubang-lubang kecil atau benjolan pada sebuah objek tertentu, misalnya stroberi, sarang lebah, ataupun batu karang.

Namun para ahli tidak memasukan fobia ini ke dalam kategori yang berbahaya. Karena, fobia ini bukanlah rasa takut terhadap situasi atau keadaan yang dapat membahayakan penderitanya.

Meski demikian, melihat besarnya fenomena fobia lubang ini, maka dilakukan penelitian terhadap fobia tersebut. Penelitian ini menggunakan gambar-gambar yang dianggap dapat memicu trypophobia dan gambar-gambar binatang beracun, seperti ular dan laba-laba.

Berbeda dengan rasa takut pada hewan berbisa yang secara sadar dianggap dapat membahayakan tubuh. Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa fobia lubang atau trypophobia merupakan suatu rasa ketidaknyamanan terkait bentuk dari suatu objek yang dianggap menjijikkan.

Cara Tepat Menangani Trypophobia

Cara Menangani Fobia Lubang

Jika anda merasa diri anda typophobia dan mengalami ketakutan terhadap lubang, sebaiknya lakukanlah beberapa cara berikut:

  • Menemui orang dengan ketakutan serupa.
  • Menghadapi rasa takut dan mengubah cara pandang Anda.
  • Melakukan relaksasi dengan metode meditasi, yoga, atau latihan pernapasan agar dapat menenangkan diri.
  • Menjalani konseling dengan psikolog atau psikiater guna mendapatkan psikoterapi, contoh psikoterapi yang mungkin dapat diterapkan adalah terapi perilaku kognitif, dan exposure therapy.

Mencari tahu lebih banyak tentang sumber ketakutan anda serta melawan hal tersebut adalah cara efektif untuk mengatasi fobia lubang dan fobia-fobia lainnya.

Misalnya, jika Anda merinding melihat kelopak biji teratai, maka cari tahu mengapa bentuknya bisa seperti itu.

Jika fobia lubang membuat Anda menjadi sulit menjalani aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kinerja bahkan pola pikir Anda, maka kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke psikiater.

Dokter mungkin akan memberi obat penenang atau antidepresan. Pemakaian obat untuk mengatasi fobia disarankan untuk dikonsumsi hanya dalam jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *