Menurut catatan National Institute of Health, Amerika Serikat. Sebanyak 80% orang yang mengalami depresi bisa sembuh dalam beberapa minggu atau bulan setelah menjalani pengobatan. Namun Sayangnya, di Indonesia kesadaran untuk mengenali gejala depresi untuk kemudian menanganinya dokter spesialis kejiwaan atau psikolog masih sangat minim. 

Akibatnya, banyak orang yang mengabaikan depresi begitu saja tanpa berobat atau berkonsultasi dengan tenaga ahli. Padahal, jika depresi tidak diobati, dampaknya bisa membahayakan nyawa. Dibawah ini adalah 5 akibat depresi jika tidak segera diobati:

Dampak Depresi

1. Penyakit jantung

Sejumlah penelitian terbaru membuktikan bahwa akibat dari depresi berkepanjangan yang tidak diobati adalah memicu berbagai jenis penyakit jantung. Mulai dari stroke, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung mendadak.

Depresi membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit jantung karena adanya ketidakseimbangan hormon dalam darah. Saat depresi, otak akan terus-terusan menerima sinyal ancaman palsu. Oleh karna itu, otak-pun akan melepaskan hormon stres yaitu Adrenalin dan Kortisol ke dalam darah.

Tingginya kadar kedua hormon tersebut akan meningkatkan tekanan darah, membuat detak jantung anda menjadi tidak teratur, dan lama kelamaan akan merusak pembuluh darah.

Penelitian yang diterbitkan oleh Oxford University tahun 2014 juga menguak bahwa orang yang mengidap depresi memiliki kecenderungan meninggal dunia lebih tinggi akibat penyakit jantung. Terutama beberapa bulan setelah mengalami serangan jantung.

 

2. Kecanduan

Orang yang depresi akan berpeluan lebih tinggi untuk mengalami kecanduan. Baik itu kecanduan obat-obatan, minuman keras, rokok, atau judi.

Ini karena sebagian orang keliru dengan mengira hal yang menjadi candu bisa membantu mereka mengatasi gejala depresi. Misalnya rasa putus asa bisa hilang selama beberapa saat karena penggunaan narkoba.

Padahal, narkoba justru akan semakin menyebabkan kerusakan pada sirkuit otak dan sistem tubuh. Akibatnya suasana hati yang sejatinya diatur oleh otak pun menjadi tidak terkendali. Setelah efeknya habis, keputusasaan dan depresi akan semakin menjadi-jadi

 

3. Kerusakan otak

Menurut penlitian dr. David Hellerstein, spesialis kejiwaan dari New York State Psychiatric Institute, depresi menyebabkan kelainan pada struktur otak di bagian Hipokampus, Korteks Prefrontal, dan Anterior Cingulate.

Hal ini bisa mengakibatkan turunnya fungsi kognitif otak yaitu berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan mengingat segala sesuatu. Dalam beberapa kasus, depresi kronis yang tidak ditangani juga bisa memicu gangguan jiwa seperti: Skizofrenia, Gangguan Obsesif-Kompulsif, dan Gangguan Bipolar.

 

4. Sulit menjalin hubungan dengan orang lain

Selain berbagai akibat depresi yang dibiarkan bagi kesehatan, hubungan Anda dengan orang-orang terdekat akan terganggu pula. Jiwa sosial manusia diatur oleh hormon serotonin.

Sementara itu, depresi membuat Anda kekurangan serotonin. Akibatnya, Anda pun jadi lebih susah bersosialisasi dan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, anak, dan sahabat. Anda mungkin lebih memilih untuk menyendiri dan menjauhi keluarga.

 

5. Bunuh diri

Dilansir dari situs kesehatan WebMD, kira-kira sebanyak 90% orang yang bunuh diri menunjukkan gejala-gejala depresi. Karena itu, jika depresi tidak segera ditangani maka cepat atau lambat dapat mengakibatkan hal yang fatal, yaitu bunuh diri. Padahal, bunuh diri sangat mungkin dicegah apabila anda atau orang terdekat meminta bantuan ke tenaga kesehatan.

Pada pengidap depresi, bunuh diri bukanlah cara untuk mencari perhatian atau wujud balas dendam pada orang yang menyakitinya, melainkan lebih karena faktor biologis.

Maksudnya, gangguan jiwa serius yang dialaminya membuat otak kehilangan kemampuan kognitif untuk berpikir jernih dan menimbang pilihan. Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak juga semakin memicu rasa putus asa, seolah-olah membuat mereka merasa bahwa memang tak ada gunanya lagi melanjutkan hidup.

Bila Anda merasakan dorongan untuk mengakhiri hidup, segeralah minta bantuan orang terdekat anda serta tenaga ahli. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

 

Jangan Sepelekan Gejala Depresi

Dampak buruk tersebut cukup sering terjadi karena banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan penyakit mental yang satu ini. Kebanyakan berpikir bahwa depresi bukanlah suatu penyakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, depresi termasuk penyakit mental yang berbahaya dan dapat menghilangkan nyawa jika tak segera ditangani.

Maka dari itu, mulai sekarang ayo lebih peduli dengan kondisi mental ini. Anda bisa menunjukkan kepedulian anda dan mendukung kampanye tentang depresi dan penyakit mental dengan mengikuti acara Ribbon Run.

Ribbon Run adalah acara penggalangan dana yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences), yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran serta mengubah persepsi publik terhadap depresi dan penyakit mental. Ribbon Run akan diadakan di The Breeze, BSD City pada 9 September 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *