Seks oral sebenarnya bertujuan untuk menghindari penyakit kelamin agar tidak menyerang dan merusak kehidupan seksual anda. Namun bagi sebagian orang, seks oral menimbulkan perasaan tidak nyaman . Lalu bagaimana cara mengajak pasangan untuk melakukan seks oral, yang tentunya dengan cara yang aman? 

 

Mengapa harus melakukan seks oral yang aman dengan pasangan?

The British Association for Sexual Health and HIV (BASHH) mengatakan bahwa tingkat penyebaran penyakit menular seksual seperti Herpes Genital, Klamidia dan Gonore menyebar cepat karena seks oral yang tidak aman.

Dr. Peter Greenhouse, konsultan kesehatan seksual untuk NHS di Inggris juga mengatakan bahwa penyebaran gonore meningkat pesat karena penyakit ini resistan atau kebal terhadap obat. Obat-obatan umum sekarang tidak mampu membasmi bakteri gonore.

Bakteri ini akan tetap berada di tenggorokan dan di dalam mulut akibat banyak pasangan tidak melakukan seks oral yang aman.

Faktanya, bukan hanya penyakit herpes genital, gonore, dan sipilis saja yang gampang menyebar lewat seks oral. Penyakit kelamin lain seperti HIV, hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C, kutil kelamin, dan kutu kemaluan juga dapat ditularkan lewat seks oral.

Seks oral yang aman bisa dimulai dengan cara berdiskusi  dengan pasangan. Ada baiknya ajakan dan pencegahan penyakit kelamin lewat seks oral ini dilakukan ketika Anda dan pasangan sudah mulai lebih intim.

1. Coba mulai dengan pertanyaan

Sebelum memulai sesi panas Anda, pastikan anda berdua saling jujur dan terbuka soal riwayat seksual masing-masing. Tanyakan hal penting seperti, “Kamu sudah pernah berhubungan intim sebelumnya?”.

Pertanyaan semacam itu bisa menjadi pembuka percakapan yang mengantarkan anda pada pertanyaan yang lebih serius seperti, “Kamu sudah pernah suntik HPV atau dites HIV ?”. Bila pasangan Anda tampak tersinggung atau malu menjawabnya, tidak perlu marah.

Jelaskan saja pelan-pelan bahwa hal tersebut penting diketahui supaya anda berdua bisa menikmati seks oral yang panas tanpa mengkhawatirkan risiko penyakit.

Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa mereka memiliki gejala penyakit kelamin. Pasalnya, gejala penyakit kelamin sering diabaikan dan virus bisa hinggap di tubuh anda selama bertahun-tahun tanpa gejala yang parah.

2. Ajak pasangan tes penyakit kelamin bersama

Seks oral terasa nyaman bila dilakukan dengan pasangan yang bebas dari penyakit kelamin. Untuk mendapatkan rasa aman, Anda dan pasangan bisa sama-sama melakukan tes penyakit kelamin. Dengan begitu, anda dan pasangan anda tidak perlu khawatir lagi dan bisa sama-sama mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi masing-masing

Bila pasangan Anda tidak mau melakukan tes penyakit kelamin, silakan gunakan alat pengaman yang aman untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

 

3. Cegah bersama-sama

Bila Anda dan pasangan dinyatakan bersih dari virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin, mulailah diskusi tentang bagaimana cara mencegahnya. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, misalnya suntik HPV (Human Papillomavirus) dan memakai kondom untuk seks oral yang aman.

Pemakaian kondom atau lateks pelindung mulut (dental dam) sangat disarankan saat seks oral. Meskipun oral seks membawa risiko HIV yang sangat sedikit, Namun tetap saja anda masih dapat tertular jika orang yang menerima seks oral memiliki penyakit kelamin atau luka pada daerah genitalnya

Virus dan bakteri penyebab penyakit kelamin juga bisa didapat jika seks dilakukan dengan luka di mulut atau gusi berdarah.

 

4. Jangan saling menyalahkan

Jika nantinya Anda atau pasangan ada yang terkena penyakit, ada baiknya jangan saling menyalahkan. Pasalnya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa ia tertular atau menularkan penyakit ke orang lain. Sebaiknya Anda fokus pada perawatan, pengobatan, dan gaya hidup yang bisa mengatasi penyakit kelamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *